Transformasi Pendidikan di Era Digital, MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng Ikuti Pelatihan PMKKA

Soppeng, 22 Agustus 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan di era digital. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan seluruh guru Bahasa Indonesia tingkat SMK se-Kabupaten Soppeng dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).
Kegiatan pelatihan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026. Program ini menjadi ruang bagi para guru untuk memperluas wawasan, berbagi praktik baik, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Fasilitator kegiatan, Citra Jati Utami, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa pelatihan PMKKA bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam. Selain itu, guru diharapkan mampu memanfaatkan koding dan kecerdasan artifisial secara bijak dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pembelajaran.
“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, dan memecahkan masalah,” jelas Citra.
Peserta kegiatan merupakan seluruh guru Bahasa Indonesia tingkat SMK se-Kabupaten Soppeng. Keterlibatan seluruh guru diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan membangun komunitas belajar yang saling berbagi pengalaman, gagasan, serta praktik baik dalam pembelajaran.
Ketua MGMP SMK Kabupaten Soppeng, Jumriani, H.S., S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan PMKKA sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini karena perkembangan teknologi menuntut pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi.
“Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kehadiran teknologi, koding, dan kecerdasan artifisial perlu direspons secara positif agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui kegiatan ini, guru diharapkan semakin kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ungkap Jumriani.
Pelatihan PMKKA juga menjadi momentum bagi MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng untuk memperkuat budaya belajar dan kolaborasi antarguru. Dengan berlangsungnya kegiatan selama enam bulan, para peserta memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pembelajaran di sekolah serta melakukan refleksi terhadap praktik yang telah dilaksanakan.
Melalui pelatihan ini, MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng diharapkan mampu menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan yang humanis. Pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial diharapkan dapat menjadi sarana untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan, bermakna, dan mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.(ical)



