Cabang Dinas Wilayah VIII Gelar Penyusunan ARKAS 2027 bagi Parepare dan Barru: Anggaran Sekolah Berbasis Data Rapor Pendidikan

PAREPARE — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII menggelar rapat teknis penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) tahun 2027 pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di UPT SMAN 4 Parepare.
Kegiatan ini diikuti oleh para Bendahara BOS dari satuan pendidikan di Kabupaten Barru dan Kota Parepare.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah.
“RKAS bukan sekadar dokumen administrasi tahunan. Setiap rupiah yang direncanakan harus berakar dari kebutuhan nyata yang teridentifikasi melalui Rapor Pendidikan — bukan berdasarkan perkiraan semata,” ujar Baharuddin saat membuka kegiatan.
Salah satu peserta kegiatan, Hasanuddin, Bendahara BOS SMAN 6 Barru, menyambut baik kegiatan ini.
“Sangat membantu. Selama ini kadang kita bingung dari mana harus memulai menyusun anggaran. Dengan panduan berbasis Rapor Pendidikan, kita jadi lebih jelas prioritas mana yang harus didahulukan dan alasannya lebih kuat,” ungkapnya.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dan analisis indikator Rapor Pendidikan, penentuan prioritas pembenahan sekolah, hingga praktik langsung penyusunan ARKAS yang selaras dengan data Rapor Pendidikan masing-masing satuan pendidikan.
Pentingnya kegiatan ini tak hanya terbatas pada pengelolaan keuangan. Rapor Pendidikan kini juga menjadi sumber data utama penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), sesuai Permendikbudristek Nomor 38 Tahun 2023. Artinya, sekolah yang tidak menyusun rencana perbaikan berbasis data Rapor Pendidikan berisiko tidak terakomodir dalam proses reakreditasi otomatis dan harus melalui visitasi manual yang lebih lama.
“Ini bukan sekadar soal dana. Ini soal mutu yang terukur. Semua terhubung: Rapor Pendidikan menunjukkan masalah, ARKAS menyiapkan solusi dan anggarannya, dan Akreditasi menjadi bukti hasil perbaikannya. Ketiganya satu rangkaian utuh,” tegas Baharuddin.
Para peserta diminta hadir membawa laptop serta dokumen Rapor Pendidikan masing-masing sekolah. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh sekolah di Barru dan Parepare dapat menyusun rencana kerja dan anggaran yang lebih akuntabel, tepat sasaran, dan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di daerah masing-masing.( Aldhyhumascabdinpendwilviii)



