Tenunan Sutra dan Langkah Percaya Diri: Cerita SMKN 1 Wajo Memikat Panggung Sengkang Silk Fashion Karnaval

SENGKANG — Di bawah naungan langit Sengkang pada Minggu (4/10/2026) sore, Jalan Masjid Raya mendadak berubah menjadi panggung megah yang sarat warna dan tradisi. Diiringi tabuhan musik tradisional yang menggema halus di antara riuh tepuk tangan warga, seratus pasang langkah kaki bergerak serentak. Mereka bukan sekadar peserta karnaval biasa, melainkan kontingen dari SMK Negeri 1 Wajo yang hadir membawakan sebuah persembahan istimewa.
Hari itu, Sengkang Silk Fashion Karnaval menjadi puncak kemeriahan dari rangkaian Festival Danau Tempe 2026. Acara bergengsi tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Wajo, Andi Rosman, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Andi Hidayati Burhanuddin, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Ir. Armayani.
Namun, di tengah riuhnya suasana perayaan, barisan SMKN 1 Wajo berhasil mencuri perhatian tersendiri. Dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Baharuddin Habe, S.Pd., M.Pd., rombongan ini tampil solid bersama 4 Wakil Kepala Sekolah, 9 Konsentrasi Keahlian, serta puluhan siswa pilihan.
Kilau Sutra dan Cerita Kekayaan Bugis
Ada kebanggaan yang terpancar dari tiap helaian kain yang mereka kenakan. Membalut tubuh para siswa dan guru, kostum adat Bugis berbahan dasar sutra Sengkang berkilau indah diterpa sinar matahari sore. Motif-motif sarung sabbe yang elegan seolah menegaskan bahwa warisan leluhur Wajo tidak pernah pudar ditelan zaman.

Karnaval ini bukan sekadar ajang berjalan santai. Di sepanjang rute, para siswa SMKN 1 Wajo menyuguhkan atraksi budaya yang memikat mata:
- Pementasan Tari Bugis: Gerakan gemulai dan penuh makna dari para siswa membawakan nuansa keagungan budaya lokal di tengah kerumunan penonton.
- Fashion Show Karya Tata Busana: Jalanan Kota Sengkang disulap menjadi catwalk terbuka. Para siswa jurusan Tata Busana memamerkan gaun dan busana rancangan mereka sendiri, memadukan tradisi sutra lokal dengan sentuhan desain modern yang memukau.
Ruang Ekspresi dan Promosi Karya Muda
Bagi SMKN 1 Wajo, partisipasi ini jauh melampaui keikutsertaan dalam sebuah perayaan. Kepala SMKN 1 Wajo, Baharuddin Habe, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya saat menyaksikan anak-anak didiknya tampil percaya diri di hadapan jajaran pejabat daerah dan ribuan warga.
“Ajang ini menjadi potensi promosi yang sangat luar biasa bagi sekolah kami. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak untuk menunjukkan langsung kepada masyarakat luas betapa indahnya potensi kain sutra Sengkang jika diolah dengan kreativitas dan ketrampilan,” ungkap Baharuddin di sela-sela kegiatan.
Langkah kaki kontingen SMKN 1 Wajo sore itu menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi mampu berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya. Di tangan anak-anak muda ini, kilau sutra Sengkang tak sekadar menjadi kain kebanggaan, melainkan simbol kreativitas yang terus hidup dan berdenyut di jantung Bumi Lamaddukelleng.(nuasri)



