FASILITATOR PMKKA TEKANKAN MANFAAT PID DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Soppeng, 12 September 2026 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi pembelajaran di era digital. Salah satu fokus yang dikembangkan adalah pemanfaatan dan integrasi PID dalam Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PMKKA).
Dalam kegiatan MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng, Citra Jati Utama, selaku fasilitator PMKKA, menyampaikan berbagai manfaat penggunaan PID dalam mendukung proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Citra menjelaskan bahwa pemanfaatan PID dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif, kontekstual, dan menarik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung guru dalam menyiapkan bahan pembelajaran, mengembangkan aktivitas peserta didik, mengolah informasi, serta menciptakan pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik SMK.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, pemanfaatan PID juga dapat diarahkan untuk memperkuat keterampilan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis. Peserta didik dapat diajak untuk mengolah berbagai informasi secara kritis, menyusun gagasan, menghasilkan karya, serta mempresentasikan hasil pemikirannya dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut Citra, integrasi teknologi dalam PMKKA hendaknya tidak sekadar berorientasi pada penggunaan perangkat atau aplikasi, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas proses dan hasil belajar peserta didik.
“Pemanfaatan PID dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik,” ujar Citra Jati Utama.
Lebih lanjut, melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, guru Bahasa Indonesia didorong untuk menciptakan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diarahkan untuk menganalisis, mengevaluasi, menghubungkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata, serta menghasilkan karya.
Kegiatan MGMP ini menjadi ruang strategis bagi guru Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng untuk berkolaborasi, berbagi praktik baik, dan meningkatkan kompetensi digital. Integrasi PID dengan PMKKA diharapkan dapat memperkuat kesiapan guru dalam menghadapi perubahan pembelajaran sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan literasi, berpikir kritis, kreativitas, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis.
MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya belajar.
“Guru beradaptasi dengan teknologi, peserta didik bertumbuh dengan literasi. Bersama PMKKA, kita wujudkan pembelajaran Bahasa Indonesia yang mendalam, bermakna, dan relevan dengan masa depan.” (ical)



