Daerah

SMKN 1 Pinrang Jadi Contoh Budaya Cinta Lingkungan, Baharuddin Iskandar Soroti Keberhasilan Program Jam Nol

PINRANG – SMK Negeri 1 Pinrang kembali menunjukkan komitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya kondusif untuk belajar, tetapi juga bersih, sehat, dan asri. Melalui gerakan bersama seluruh warga sekolah, lingkungan kampus kini tertata rapi, bersih, dan indah dipandang mata. Upaya ini bukan sekadar kegiatan kebersihan biasa, melainkan bagian dari strategi besar pembentukan karakter generasi muda.

 Kepala SMK Negeri 1 Pinrang, Ali Toge, dalam keterangannya menegaskan bahwa keindahan dan kebersihan lingkungan sekolah memiliki nilai pendidikan yang sangat mendalam.

 “Kami di SMKN 1 Pinrang bergerak bersama-sama, baik guru, staf, maupun siswa, untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekolah agar selalu rapi dan tertata indah. Bagi kami, lingkungan sekolah yang bersih dan asri ini adalah wujud nyata dari pembentukan karakter bagi seluruh warga sekolah. Lewat kondisi lingkungan yang terjaga ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian dan rasa cinta terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Ali Toge dengan penuh semangat.

Baharuddin Iskandar: Program Jam Nol Sangat Efektif

 Kesan positif dan apresiasi tinggi pun disampaikan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar. Menurutnya, keberhasilan SMKN 1 Pinrang dalam menjaga keasrian dan kedisiplinan tidak lepas dari penerapan Program Jam Nol yang telah disepakati bersama dan dilaksanakan secara konsisten.

 Program ini merupakan salah satu dari empat poin utama pembiasaan positif yang wajib dilakukan siswa sebelum mereka memulai kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

 “Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan di SMKN 1 Pinrang ini. Program Jam Nol yang disepakati bersama ini sangat bagus dan efektif. Ini adalah upaya pembiasaan yang baik, agar murid-murid sebelum masuk belajar sudah melakukan hal-hal positif, termasuk menjaga lingkungan,” ungkap Baharuddin Iskandar saat meninjau lokasi.

 Ia menjelaskan lebih rinci bahwa ada empat poin utama yang menjadi landasan Program Jam Nol ini. Keempat poin ini dirancang secara komprehensif untuk membentuk karakter siswa secara menyeluruh, mulai dari aspek sosial, lingkungan, kedisiplinan, hingga spiritual.

Empat Pilar Pembiasaan Positif

1. Senyum, Sapa, Salam

Poin pertama yang dilakukan setiap pagi adalah penyambutan siswa di depan pintu gerbang sekolah. Para guru berdiri menyambut kedatangan siswa dengan wajah ceria.

“Tujuannya jelas, yaitu menumbuhkan rasa saling menghormati yang tinggi antara guru dan siswa, serta menciptakan hubungan yang harmonis, kekeluargaan, dan penuh rasa hormat,” jelas Baharuddin.

2. Pembiasaan Cinta Lingkungan

Ini adalah poin yang menjadi sorotan utama dan berhasil diterapkan dengan sangat baik di SMKN 1 Pinrang. Dalam poin ini, siswa dan guru dilatih untuk bersama-sama menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga fasilitas sekolah.

“Dengan pembiasaan ini secara terus-menerus, murid dan guru akan terbiasa mencintai lingkungan. Sehingga sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar yang nyaman, tapi juga menjadi contoh nyata lingkungan yang sehat, hijau, dan bersih,” tambahnya.

3. Apel Pagi yang Tertib dan Mandiri

Kegiatan baris-berbaris dan apel pagi menjadi agenda rutin yang tidak boleh dilewatkan. Yang menjadi keunggulan di sini adalah sistem pelaksanaannya.

“Apel pagi ini diatur, disiapkan, dan dilaksanakan langsung oleh siswa sendiri. Ini sangat bagus karena melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan siswa. Mereka belajar mengatur diri sendiri dan mengatur orang lain dengan baik,” ujar Baharuddin.

4. Literasi Kitab Suci

Sebelum pelajaran dimulai secara resmi, siswa melaksanakan kegiatan literasi atau pembacaan kitab suci sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat aspek spiritual dan moral siswa. Kami ingin siswa tumbuh menjadi manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia, beriman, dan bertakwa,” pungkasnya.

Dengan penerapan empat poin ini secara utuh, Baharuddin Iskandar berharap SMKN 1 Pinrang dapat terus mempertahankan prestasi ini dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di wilayahnya. Sehingga tercipta generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, peduli lingkungan, dan berprestasi. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda