Menelusuri Jejak Mahakarya: Warga Belajar PKBM Nadya Bulukumba Belajar Langsung ke Akar Budaya Pinisi

BULUKUMBA – Mengubah paradigma belajar dari sekadar teori di bangku kelas menjadi pengalaman nyata di lapangan, PKBM Nadya Bulukumba membawa warga belajarnya menyelami proses pembuatan perahu legendaris dunia. Kegiatan Observasi Lapangan Mata Pelajaran Muatan Lokal ini digelar di pusat pembuatan perahu Pinisi, Kecamatan Bontobahari, pada Sabtu (27/06/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi edukatif, tetapi merupakan bentuk nyata pelestarian warisan leluhur. Seperti terlihat dalam dokumentasi foto tersebut, para peserta atau warga belajar tampak antusias mendalami setiap detail konstruksi kapal sembari memegang lembar kerja observasi, didampingi langsung oleh para pengrajin lokal yang membagikan rahasia teknik pembuatan perahu kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan tersebut.
Kehadiran sosok-sosok penting dalam dunia pendidikan semakin memperkuat bobot kegiatan ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulukumba diwakili oleh Andi Tenri Mayangsari, didampingi oleh Pahsyar selaku Penilik Kecamatan Bulukumpa. Kehadiran mereka memberikan apresiasi sekaligus penguatan terkait pentingnya pendidikan berbasis kearifan lokal bagi warga belajar.

”Observasi ini menjadi jembatan bagi warga belajar untuk memahami bahwa Pinisi bukan sekadar perahu, melainkan simbol ketangguhan dan filosofi hidup masyarakat Bulukumba,” ungkap perwakilan penyelenggara.
Melalui interaksi langsung antara narasumber, pengrajin, dan warga belajar, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga serta menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus merawat identitas budaya di tengah arus modernisasi.***



