Opini

Ada Apa dengan Moral? Mari Terapkan ke Siswa Kita

Oleh: Arsan Mubarak, S,Psi

Lawrence Kohlberg lahir di Bronxville New York Amerika Serikat, yang notabene sebagai profesor di Universitas Chicago serta Universitas Harvard. Ia terkenal karena karyanya tentang pendidikan, penalaran serta teori perkembangan moral. Dari beberapa karya beliau yang fenomenal hingga saat ini adalah tentang teori perkembangan moral Kohlberg, dari teori tersebut  menggugah hati penulis untuk sedikit menuliskan apa inti dari pembahasan teori perkembangan moral Kohlberg, dan lantas apa hubungannya tentang pendidikan. Tentu sangat berkaitan erat dengan apa yang penulis geluti saat ini sebagai guru tamu di SMKN 7 Pinrang.

Berbagai dinamika, polemik bahkan observasi yang penulis lakukan pada setiap kegiatan siswa, tentunya teringat tentang teori perkembangan moral bahwa ada tiga tahapan perkembangan moral yang perlu diketahui yaitu:

Baca Juga

Pertama : Pra konvensional / free konvensional, moral ini muncul pada siswa-siswa  karena reward and punishment, dalam artian seseorang melakukan kebaikan hanya karena takut hukuman, takut tidak mendapat nilai, takut akan mendapatkan ganjaran, takut karma baik atau buruk, takut tidak mendapat reward atau gaji. Dari penjelasan ketakutan itu akan menimbulkan kecemasan, tidak tenang, bahkan harapan akan mendapat nilai lebih pada apa yang dilakukan menurutnya pantas, tetapi ekspekstasi yang keluar tidak memenuhi harapan siswa, hal itu akan menimbulkan masalah baru seperti stres, menimbulkan rasa benci, merasa tertipu, bahkan bisa saja kurang percaya dengan orang-orang disekelilingnya, orang terdekatnya dan mungkin saja ke guru-gurunya.

Kedua adalah moral Konvensional. moral ini muncul hanya karena butuh pengakuan disekelilingnya, pengakuan sosial, malu jika tidak melakukan  kebaikan, ini sama halnya dengan tindakan moral yang secara tidak langsung membohongi diri sendiri. Penulis membahas demikian, karena melakukan tidakan kebaikan hanya karena pujian disekelilingnya, bahwa dia orang baik, tidak menutup kemungkinan akan melakukan tindakan kebaikan hanya karena ingin dilihat, butuh pujian oleh orang disekelilingnya, memang ini sedikit sepele tapi dampaknya merugikan, tidak akan bekerja maksimal, hanya akan bertindak jika di perhatikan oleh banyak orang atau orang-orang yang menurutnya pantas dibantu karena alasan tersendiri.

Ketiga adalah Post Konvensional / pasca konvensional , ini adalah moral murni, bahwa moral individu memiliki prinsip hidup, ini adalah moral yang sangat dibutuhkan bagi kemaslahatan orang banyak, pada teori perkembangan moral ini memang diakui sulit, tetapi ini coba penulis sedikit demi sedikit terapkan ke siswa-siswa bahwa banyak kesan baik yang akan ditimbulkan, alasanya adalah, apapun yang terjadi, individu tidak peduli hukuman, tidak peduli pengakuan sosial, tidak peduli karma baik dan karma buruk, tidak peduli apapun, selama itu tindakan positif dan untuk kepentingan orang banyak, keselamatan, kesejahteraan bersama, kemakmuran, keamanan, kebersihan, orang-orang akan terhindar dari segala keburukan jika individu itu melakukan tindakan positif, tetap akan melakukannya karena inti dari moral post konvensional adalah “CINTA”,  contoh kecil adalah memungut sampah, “saya memungut sampah ini agar lingkungan bersih, enak dipandang, terhindar dari berbagai macam penyakit, orang-orang akan merasa nyaman, saya ikhlas melakukan itu”. tentunya dengan awareness perilaku.

Insya allah, moral post konvensional jika diterapkan kesiswa-siswa kemungkinan besar akan memberikan dampak perubahan besar kedirinya, lingkungannya, negaranya bahkan dunia sekalipun. karena kita semua tentu menyadari bahwa tindakan-tindakan yang melanggar norma tentu dampaknya akan berpengaruh dan bersifat Massive keseluruh penjuru seperti membuang sampah sembaranagn, perkataan tidak pantas, coret-coret dinding, bolos sekolah, Low Attitude, atau skala besar seperti korupsi, penebangan hutan, pengerukan gunung, penimbunan laut, pengeboman ikan, pembiusan ikan, pembuangan sampah dilaut, tumpahan oli yang segaja dilakukan dilaut mengakibatkan habitat/ekosistem lingkungan rusak, pembakaran hutan, penambangan liar, pembuangan limbah industri mengakibatkan penyakit, berdampak banyak virus, bahkan sebagai tanda bahwa keganasan manusia menurut majalah CSR, beberapa hewan langkah hampir dan sudah ada yang punah tentunya tidak lepas dari ulah manusia yang tidak sadar tentang moral post konvensional.

dari penjelasan tentang Teori Lawrence Kohlberg mengenai moral ini menurut penulis penting di terapkan ke siswa, mengingat siswa penting untuk mengetahui dampak sebab akibat yang akan dilakukan, siswa adalah harapan , penerus bangsa, anak cucu yang harus di edukasi dan di jaga, mengasah moralnya agar hidup tetap lestari, hidup dalam harmoni kehidupan berkepanjangan. #

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda