Menenun Cahaya di Balik Aksara: Jejak Sitti Dahlia Azis Menggerakkan Literasi Bangsa

Bagi sebagian orang, guru hanyalah profesi di depan papan tulis. Namun bagi Sitti Dahlia Azis, menjadi guru adalah sebuah “panggilan jiwa” yang melampaui batas-batas ruang kelas. Di sela deru waktu, ia terus merangkai kata, membina talenta, dan kini berdiri tegak sebagai kandidat Guru Motivator Literasi Nasional.
Dari KPPJB hingga Sanggar Literasi
Perjalanan panjang ini tidak dimulai dalam semalam. Pada tahun 2019, Sitti mulai mengasah ketajaman penanya di Komunitas Pengajar Penulis Jawa Barat (KPPJB). Di sanalah ia menyelami rimba fiksi dan non-fiksi, sebuah langkah awal yang kemudian membawanya pulang ke Sulawesi Selatan untuk menyalakan api yang sama.
Langkahnya kian nyata saat ia dipercaya menjadi Pembina Jurnalistik di SMAN 3 Pinrang. Lewat Sanggar Literasi CERIA, ia mendampingi siswa-siswa berbakat menemukan suara mereka melalui tulisan. Tak puas hanya di lingkup sekolah, ia mendirikan Sanggar Literasi Sulawesi Selatan dan memperkuatnya dengan pembentukan Komunitas Literasi Sulawesi Selatan (KLSS) pada April 2023.

“Saya merasa bangga dan terharu dapat menjadi bagian dari gerakan literasi yang begitu penting bagi kemajuan bangsa Indonesia,” ungkapnya dengan nada rendah hati.
Produktivitas yang Menembus Batas
Sitti Dahlia Azis bukan sekadar penggerak, ia adalah teladan hidup. Hingga saat ini, ia telah menelurkan 184 judul buku, dengan 7 di antaranya merupakan karya solo. Prestasi ini kian lengkap dengan torehan sejarah sebagai Penulis ASEAN dan pemecah rekor MURI dalam penulisan buku Karmina ASEAN.
Tak hanya menulis, ia juga memastikan karya-karya penulis lokal mendapat panggung. Melalui penerbitan dan percetakan Dahlia Pustaka yang ia dirikan, ia menggandeng Kali Pustaka Sidoarjo untuk mengorbitkan mutiara-mutiara hitam dari daerah agar bisa dinikmati secara nasional.
Menatap Masa Depan: Anugerah Panrita Sastra
Tahun 2025 menjadi momentum besar bagi Sitti. Mulai September ini, ia tengah menggodok perhelatan Anugerah Panrita Sastra Nusantara 2025. Rencananya, gelaran besar ini akan dilaksanakan pada pertengahan Desember 2025, menyusul peringatan Hari Guru Nasional (HGN).
Rangkaian acara tersebut bukan sekadar seremoni. Sitti telah menyiapkan:
- Penyusunan Antologi: Cerpen, balada, senandika, dan opini.
- Lomba Cipta Puisi: Bertajuk “Cahaya Penerang Langkahku”.
- Proyek Ramadan: Antologi pantun “Sajadah Panjang” untuk menyambut Ramadan 1447 H.
Jejak Prestasi yang Berbicara
Daftar panjang penghargaannya menjadi bukti nyata dedikasinya, antara lain:
- Guru Inspiratif Literasi 2023 (BBGP Makassar).
- Guru Kebangsaan Nasional 2024 (Kemendikbud Ristek RI).
- Penggerak Literasi Daerah (PLD) Nasional 2025.
- Juara Umum 1 Lomba Cipta Puisi Nasional 2024/2025.
Harapan Seorang Agen Perubahan
Sebagai kandidat Guru Motivator Literasi Nasional, Sitti membawa misi besar. Ia ingin mengajak rekan sejawatnya untuk tidak sekadar mengajar, tapi menjadi agen perubahan.
“Saya yakin, dengan kerja keras, kolaborasi, dan doa, kita dapat mencapai tujuan mulia ini. Insya Allah, perjuangan kita akan diberkahi dan sukses dalam mengembangkan literasi Indonesia,” tutupnya penuh optimisme.
Di tangan sosok seperti Sitti Dahlia Azis, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan sebuah gerakan budaya untuk memerdekakan pikiran anak bangsa.(muasri)



