Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Hidup Digelar di SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia Barru

BARRU,SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia, Kabupaten Barru, menjadi lokasi pelaksanaan Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Hidup, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Multimedia SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia ini diikuti sebanyak 12 peserta, terdiri atas unsur Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, serta Kepala Sekolah dan guru SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat penerapan pendidikan berbasis lingkungan hidup di satuan pendidikan. Lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai objek pembelajaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.
Dorong peran guru
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., turut terlibat dalam kegiatan pendampingan tersebut.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai cara mengintegrasikan isu dan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam berbagai mata pelajaran.
Pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan dinilai penting karena peserta didik dapat belajar dari kondisi nyata yang ada di sekitar sekolah. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku peduli terhadap lingkungan.
Bangun budaya sekolah peduli lingkungan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan terkait pengembangan pembelajaran yang mendukung terciptanya budaya sekolah yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
Sekolah juga diharapkan mampu mengembangkan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik secara aktif. Misalnya, pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi dan air, serta pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran.
Penerapan pembelajaran berbasis lingkungan secara berkelanjutan diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif peserta didik. Mereka tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perkuat sinergi
Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, dan satuan pendidikan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pendidikan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik peserta didik, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dengan adanya pendampingan secara berkelanjutan, SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia diharapkan dapat semakin optimal dalam mengembangkan pembelajaran yang berwawasan lingkungan serta menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung pendidikan berkelanjutan. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)



