Pelatihan Pembelajaran Berbasis Lingkungan Hidup di SMA Negeri 3 Barru Disambut Tarian

BARRU_Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Berbasis Lingkung an Hidup di SMA Negeri 3 Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, berlangsung Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang digelar di ruang guru SMA Negeri 3 Barru tersebut dihadiri 11 orang, terdiri dari Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, unsur Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII, serta kepala sekolah dan guru SMA Negeri 3 Barru.
Kedatangan tim disambut hangat oleh pihak sekolah melalui pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh para siswa. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari bentuk penghormatan sekaligus upaya sekolah memperkenalkan budaya daerah kepada para tamu yang hadir.
Suasana penyambutan semakin semarak ketika para penari menampilkan gerakan tari dengan penuh semangat. Penampilan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Perkuat pembelajaran berbasis lingkungan
Setelah prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pembelajaran berbasis lingkungan hidup.
Tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan penguatan kepada kepala sekolah dan guru mengenai pentingnya mengintegrasikan wawasan lingkungan ke dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran berbasis lingkungan diharapkan tidak hanya mengajarkan peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran untuk mengenali serta menyelesaikan persoalan lingkungan di sekitar mereka.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Baharuddin Iskandar, S.Pd., M.Pd., turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan yang berwawasan lingkungan di satuan pendidikan.
Guru menjadi penggerak
Guru memiliki peran penting dalam menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar mengajar. Karena itu, pendampingan diarahkan agar guru mampu mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Melalui pembelajaran tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan karakter positif terhadap lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di SMA Negeri 3 Barru ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program sekolah sehingga budaya peduli lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Penyambutan melalui tari tradisional sekaligus menjadi gambaran bahwa pendidikan lingkungan dapat dipadukan dengan pelestarian budaya lokal, sehingga pembentukan karakter peserta didik berlangsung secara lebih utuh. (Aldhyhumascabdinpendwilviii)



