Berita

Ketua PGRI Makassar Pantja Nur Wahidin Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Dr Mahmud Nuhung

Makassar. Ketua PGRI Kota Makassar, Dr. Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd., memimpin upacara persemayaman dan penghormatan terakhir kepada akademisi senior Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr. H. Mahmud Nuhung, S.E., M.A., Kamis (24/9/2026).

Upacara berlangsung di rumah duka, Jl Bangkala 3 No. 31 Blok 1, Perumnas Antang, Makassar.

Mahmud Nuhung wafat Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 05.00 Wita dalam usia 69 tahun. Almarhum merupakan suami Bendahara PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Hendriati Sabir, M.Pd.

Kehadiran Pantja Nur Wahidin bersama jajaran PGRI Kota Makassar dan PGRI Sulsel menjadi bentuk penghormatan organisasi kepada almarhum sekaligus dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Pada sambutan pelepasan, Pantja mengenang Mahmud Nuhung sebagai sosok pendidik yang telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya bagi pendidikan.

Selama puluhan tahun, almarhum menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Makassar dan mendidik banyak generasi mahasiswa.

“Selama hidupnya, almarhum banyak mengabdi untuk dunia pendidikan dan mencerdaskan anak bangsa,” kata Pantja Nur Wahidin.

PGRI Beri Penghormatan Terakhir

Menurut Pantja, pengabdian panjang Mahmud Nuhung di dunia pendidikan menjadi jejak yang patut dikenang.

Almarhum tercatat mulai menjadi dosen tetap Persyarikatan di Unismuh Makassar pada 1991.

Selain menjalankan tugas akademik, Mahmud Nuhung kemudian mendapat sejumlah amanah strategis di lingkungan kampus.

Ia pernah menjabat Dekan Fakultas Ekonomi Unismuh Makassar periode 2013-2017. Pada masa kepemimpinannya, Fakultas Ekonomi berkembang menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Setelah menyelesaikan tugas sebagai dekan, Mahmud Nuhung dipercaya menjadi Direktur Kerja Sama, Humas, dan Keprotokoleran Unismuh Makassar periode 2017-2021.

Almarhum juga pernah mendapat amanah sebagai Ketua Halal Center Unismuh Makassar.

Pantja mengatakan perjalanan tersebut memperlihatkan konsistensi almarhum dalam mengabdikan diri melalui pendidikan dan kelembagaan.

Upacara persemayaman yang dipimpin Ketua PGRI Kota Makassar itu menjadi momentum bagi keluarga besar PGRI untuk menyampaikan penghormatan terakhir atas pengabdian almarhum.

Pengurus PGRI Sulsel Hadir

Sejumlah pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan hadir di rumah duka. Di antaranya Wakil Ketua PGRI Sulsel Prof. Dr. H. Muhlis Madani, M.Si. dan Dr. Muhammad Basri, M.Pd., serta Hj. Juhrah, S.Sos., M.AP.

Hadir pula Sekretaris Umum PGRI Sulsel Dr. Abdi, M.Pd., Wakil Sekretaris Umum Dra. Hj. Salmiah, M.Pd. dan Drs. H. Muhammad Asaf, serta jajaran pengurus PGRI Kota Makassar.

Kehadiran para pengurus sekaligus memberikan dukungan kepada Bendahara PGRI Sulsel Hendriati Sabir yang kehilangan suami.

Mahmud Nuhung meninggalkan seorang istri, lima anak dan tujuh cucu.

Kelima anak almarhum yakni Muh. Rasyidi Mahmud, Walida Mufliha, Elyda Alaeyah, Megawati Setiawati dan Muh. Muladi Mahmud.

Pimpinan Unismuh Datang Melayat

Selain keluarga besar PGRI, sejumlah pimpinan dan sivitas akademika Unismuh Makassar turut memberikan penghormatan terakhir.

Di antaranya mantan Rektor Unismuh Makassar Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M.

Hadir pula Wakil Rektor II Unismuh Makassar Dr. Ihyani Malik, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd.I., dan Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin, M.Si.

Kerabat, kolega dan handai tolan juga berdatangan ke rumah duka sejak pagi.

Bagi keluarga besar Unismuh, Mahmud Nuhung bukan sosok asing. Lebih dari tiga dekade perjalanan pengabdiannya dihabiskan di perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut.

Selain sebagai akademisi dan pimpinan kampus, almarhum memiliki perjalanan panjang dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

Sejak muda, Mahmud Nuhung pernah aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan. Pengabdiannya kemudian berlanjut di Muhammadiyah, termasuk pernah menjadi bagian dari Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Pada 2024, Mahmud Nuhung juga menerima penghargaan sebagai salah seorang dosen purnabakti atas kontribusinya terhadap perjalanan dan perkembangan FEB Unismuh Makassar.

Jenazah Disalatkan di Masjid Kampus Unismuh

Setelah upacara persemayaman dan penghormatan terakhir yang dipimpin Pantja Nur Wahidin di rumah duka, jenazah dibawa menuju Masjid Kampus Unismuh Makassar.

Di kampus tempat almarhum mengabdikan diri selama puluhan tahun tersebut, jenazah disalatkan sebelum diberangkatkan menuju lokasi pemakaman.

Jenazah kemudian dilepas secara resmi oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag.

Selanjutnya, jenazah dibawa menuju Kompleks Pemakaman Muhammadiyah di Pattallassang, Kabupaten Gowa, untuk dimakamkan.

Bagi Ketua PGRI Kota Makassar Pantja Nur Wahidin, kepergian Mahmud Nuhung meninggalkan duka sekaligus jejak pengabdian panjang yang patut dikenang.

Dari ruang kuliah hingga berbagai amanah kelembagaan, almarhum telah menghabiskan puluhan tahun kehidupannya untuk pendidikan.

Karena itu, penghormatan terakhir keluarga besar PGRI bukan semata prosesi pelepasan, tetapi juga penghargaan atas perjalanan seorang pendidik yang telah ikut mencerdaskan generasi bangsa. *

Facebook Comments
What's Your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Adblock Terdeteksi !

Maaf Matikan dulu Adblock anda