SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan Gelar Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS

Menjelang pelaksanaan pemilihan ketua OSIS secara serentak pekan depan, salah satu rangkaian acara yang harus dilakukan adalah debat antar kandidat.
Jumat (25/9/2026) sebelum pelaksanaan shalat Jumat, SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan melaksanakan kegiatan Debat Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Periode 2026–2027.
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian proses demokrasi di lingkungan sekolah dan mengajarkan siswa untuk mengenal sistim demokrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga pasangan kandidat yang menyampaikan gagasan, visi, dan misi untuk membawa organisasi OSIS menjadi lebih aktif, kreatif, dan berprestasi.
Ketiga kandidat itu yakni paslon no 1 Amira Tri Diah dan Aqilah Alya Nur Haferza, paslon no 2 Farid Wajedi dan Nur Hikmah, serta Paslon no 3 yakni Putra Syahreza dan Zahratunnisa Ilyas.
Dalam kegiatan debat tersebut, masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk memaparkan visi dan misi, menyampaikan program kerja, serta menjawab berbagai pertanyaan dan isu yang berkaitan dengan kepemimpinan dan kegiatan kesiswaan.
Dalam rilisnya, Kepala SMKN 1 Pangkajene dan Kepulauan, Syahruddin Rahmat mengatakan, sesi debat menjadi momentum bagi para kandidat untuk menunjukkan kemampuan dalam berkomunikasi, berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para pimpinan sekolah yakni , Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ismuhadji, Pembina OSIS, serta perwakilan siswa.
Kehadiran pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang mengedepankan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, sportivitas, dan kebersamaan.
Dia pun berharap melalui kegiatan debat tersebut, seluruh siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat setiap kandidat, memahami visi dan misi yang ditawarkan, serta menggunakan hak pilihnya secara bijak dalam menentukan pemimpin OSIS untuk periode 2026–2027.
“Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar memilih pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan partisipasi aktif dalam kehidupan sekolah,” paparnya.
Dengan semangat kebersamaan dan demokrasi, pihaknya berharap agar semua proses dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan menghasilkan pemimpin siswa yang mampu membawa OSIS semakin aktif, dalam mendukung berbagai kegiatan positif di sekolah.
(Budi/PPID Disdik Sulsel)



