Kelola 5.000 Kendaraan per Hari, K4 Unismuh Makassar Utamakan Pelayanan dan Pencegahan

Makassar. Keamanan kampus tidak hanya berfokus pada pengawasan dan penjagaan aset, tetapi juga dimulai dari pelayanan yang baik kepada seluruh civitas akademika.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K4) Universitas Muhammadiyah Makassar, Haeruddin Makkasau, S.Pd, saat diwawancarai mahasiswa Bilingual Class Program Studi Ilmu Komunikasi, Fisip Unismuh di ruang kerjanya, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Haeruddin, tugas utama petugas keamanan di lingkungan kampus bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga tamu yang berkunjung.
“Keamanan itu pertama-tama adalah pelayanan. Bagaimana menyambut tamu, membantu mereka yang membutuhkan informasi, hingga memberikan rasa nyaman kepada seluruh warga kampus,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setiap petugas keamanan dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengatur pelayanan kepada pengguna kampus, mulai dari memberikan informasi, mengarahkan lokasi tujuan, hingga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi pengunjung.
Haeruddin mengungkapkan, sistem keamanan di Universitas Muhammadiyah Makassar mencakup berbagai aspek, mulai dari pengawasan lingkungan kampus, pengelolaan lalu lintas internal, pelayanan parkir, hingga pengamanan barang temuan.
Menurutnya, seluruh area kampus telah memiliki pembagian tugas yang jelas sehingga pengawasan dapat berjalan secara optimal.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi petugas keamanan adalah tingginya mobilitas kendaraan roda dua di lingkungan kampus.
Setiap hari, sekitar 5.000 kendaraan roda dua keluar masuk area kampus.
Jumlah tersebut menuntut koordinasi yang kuat antarpetugas dalam mengatur parkir dan menjaga ketertiban lalu lintas di lingkungan kampus.
“Koordinasi menjadi kunci. Petugas di setiap titik parkir saling memberikan informasi terkait ketersediaan lahan sehingga pengguna kampus dapat diarahkan ke lokasi yang masih kosong,” jelasnya.
Selain pengaturan parkir, petugas keamanan juga melakukan penataan kendaraan secara berkala agar kapasitas parkir yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama pada jam-jam sibuk perkuliahan.
Di sisi lain, pelayanan terhadap barang temuan juga menjadi perhatian khusus Bagian K4.
Haeruddin mengatakan petugas keamanan kerap menemukan berbagai barang milik mahasiswa yang tertinggal, mulai dari kunci kendaraan, telepon genggam, laptop, hingga barang berharga lainnya.
Menghindari klaim yang tidak sah, setiap barang yang ditemukan didokumentasikan dan dicatat dalam laporan resmi.
“Setiap barang temuan kami data. Untuk kunci kendaraan misalnya, pemilik harus menunjukkan STNK sebelum barang diserahkan,” katanya.
Informasi mengenai barang temuan tersebut juga disebarluaskan melalui grup-grup kampus agar pemilik dapat segera mengetahui keberadaan barang yang hilang.
Lebih lanjut, Haeruddin menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Makassar telah menerapkan kebijakan pembatasan aktivitas malam atau jam malam sejak sekitar enam tahun terakhir.
Kebijakan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan kampus yang lebih tertib sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
“Sebelum aturan itu diterapkan, aktivitas kampus berlangsung hampir tanpa batas waktu sehingga penggunaan listrik dan fasilitas kampus sulit dikendalikan,” ujarnya.
Menurut Haeruddin, setelah kampus dikosongkan pada jam tertentu, petugas memastikan seluruh lampu, pendingin ruangan (AC), dan perangkat elektronik lainnya dimatikan.
“Ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi energi,” tambahnya.
Ia mengakui pada awal penerapan kebijakan tersebut sempat muncul berbagai tantangan. Namun, melalui konsistensi dan ketegasan pelaksanaan, aturan itu kini telah menjadi bagian dari budaya kampus.
Bagi Haeruddin, keberhasilan sistem keamanan tidak diukur dari banyaknya tindakan yang dilakukan setelah masalah terjadi, melainkan dari kemampuan mencegah masalah sebelum muncul.
Karena itu, pihak keamanan secara rutin melakukan sosialisasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga barang pribadi, menggunakan kunci pengaman tambahan pada kendaraan, serta mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
“Keamanan yang baik adalah keamanan yang mampu mencegah. Ketika kondisi aman, sering kali orang tidak melihat proses pencegahan yang dilakukan. Padahal di situlah peran utama petugas keamanan,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Haeruddin berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga amanah orang tua dengan belajar sungguh-sungguh dan merawat barang yang dimiliki.
Ia menekankan bahwa setiap fasilitas dan barang yang digunakan mahasiswa merupakan hasil kerja keras orang tua sehingga perlu dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Sekecil apa pun barang yang dimiliki, jagalah dengan baik. Yang paling penting adalah menjaga diri sendiri dan menyelesaikan amanah pendidikan dengan sebaik-baiknya,” pesannya. Melalui berbagai upaya pelayanan, pengawasan, dan pencegahan yang dilakukan, Bagian K4 Universitas Muhammadiyah Makassar terus berkomitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika. (yovita klaudia nenes)



