Family Gathering Subag Umum Disdik Sulsel; Membasuh Penat di Pasir Putih Bira

BULUKUMBA – Deburan ombak lembut dan hamparan pasir putih yang ikonik di Pantai Bira, Kabupaten Bulukumba, menjadi saksi keceriaan keluarga besar Subag Umum Kepegawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan. Selama tiga hari, terhitung sejak Jumat hingga Minggu (16-18/1), mereka sejenak menanggalkan tumpukan berkas administrasi demi sebuah kebersamaan yang hangat.

Acara family gathering tahunan ini bukan sekadar perjalanan wisata biasa. Di bawah komando Kepala Subbagian Umum Kepegawaian Disdik Sulsel, Dr. Andi Fachruddin, kegiatan ini dirancang untuk membasuh penat sekaligus mempererat simpul persaudaraan antar-pegawai.
Sejak hari pertama, suasana kekeluargaan sudah terasa kental. Tidak ada sekat antara pimpinan dan staf; semua melebur dalam tawa yang sama. Dr. Andi Fachruddin mengungkapkan bahwa agenda ini telah menjadi tradisi penting yang dinanti-nantikan setiap tahunnya.

“Kegiatan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya jelas, untuk menciptakan kekompakan. Di samping sebagai hiburan wisata, yang paling penting adalah melakukan penyegaran pikiran (refreshing) agar saat kembali ke kantor besok, semangat kerja teman-teman kembali terisi penuh,” ujar Dr. Andi Fachruddin di sela-sela kegiatan.
Pantai Bira yang eksotis berubah menjadi arena penuh tawa saat berbagai lomba dan permainan (games) digelar. Setiap perlombaan dirancang bukan untuk mencari siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling mampu bekerja sama. Gelak tawa pecah saat para peserta harus bahu-membahu menyelesaikan tantangan di tengah cuaca pesisir yang cerah.

Keseruan semakin memuncak saat para peserta mulai menjajal wahana air. Adrenalin terpacu ketika mereka mencoba menaklukkan ombak dengan ski air, saling berpegangan erat saat banana boat melaju kencang, hingga terombang-ambing seru di atas donut boat.
Bagi Subag Umum Kepegawaian Disdik Sulsel, family gathering ini adalah investasi emosional. Setelah tiga hari menikmati indahnya “Tanah Para Pinisi”, mereka pulang tidak hanya membawa cerita tentang indahnya matahari terbit di Bira, tetapi juga membawa semangat kolaborasi yang lebih solid.
Kebersamaan ini membuktikan bahwa produktivitas kerja tidak hanya dibangun di balik meja kantor, tetapi juga melalui tawa dan kerja sama di hamparan pasir pantai.#muasri



