Peringati Maulid Nabi 1448 H, SMAN 4 Soppeng dan SDN 3 Lemba Sukses Gelar PENTAS PAI Penuh Kreativitas

SOPPENG — Semarak syiar Islam berpadu dengan kreativitas siswa mewarnai gelaran PENTAS PAI (Pekan Keterampilan dan Seni, Kreativitas dan Kebersamaan) di SMA Negeri 4 Soppeng pada Kamis (10/9/2026). Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini mengusung tema yang sarat makna, yakni “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Melalui Seni, Kreativitas, dan Kebersamaan”.
Kegiatan ini terwujud berkat kolaborasi yang luar biasa antara SMA Negeri 4 Soppeng dan SD Negeri 3 Lemba. Sinergi lintas jenjang pendidikan ini mendapat apresiasi tinggi dan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang PAUD DIKDAS Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, jajaran pendidik serta tenaga kependidikan dari kedua sekolah, beserta para tamu undangan.
Panggung PENTAS PAI diisi dengan antusiasme dari perwakilan seluruh kelas yang memamerkan bakat terbaik mereka. Suasana haru dan khidmat terasa saat para siswa membawakan ragam puisi yang mendeskripsikan keteladanan dan kerinduan kepada Rasulullah SAW. Tidak hanya itu, daya tarik utama acara ini terletak pada suguhan teatrikal drama yang memukau. Para siswa dengan apik mementaskan kembali kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW yang penuh cahaya, hingga menampilkan reka adegan heroik perjuangan umat Islam di masa peperangan melawan kaum kafir Quraisy.
Sebagai puncak kerohanian, rangkaian acara ditutup dengan penyampaian hikmah Maulid sekaligus pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz KM. H. Muh. Tahir, SE., S.Ag., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya yang menyentuh hati, beliau menyampaikan pesan-pesan mendalam yang sarat akan pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai benteng bagi generasi muda.
Melalui momentum dan tausiyah tersebut, terselip pesan dan harapan besar bagi seluruh peserta didik maupun tamu yang hadir. Acara ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai rutinitas seremonial tahunan, melainkan menjadi pijakan nyata untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Mari kita jadikan panggung seni, kreativitas, dan siraman rohani ini sebagai pengingat untuk terus menghidupkan sunnah-sunnah Nabi. Di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis, meneladani kejujuran, kasih sayang, dan kegigihan Rasulullah SAW adalah kunci utama dalam membangun karakter generasi yang berakhlakul karimah, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat.(*)



