BBPMP Sulsel Bahas SPM 2025

Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, melakukan pembahasan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk tahun 2025.
Pembahasan SPM itu disampaikan di depan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel, yakni BKAD, Bappeda dan Dinas Pendidikan Sulsel di Hotel Dalton Makassar Kamis (27/8/2026).
Rahmatiah, S.Si, M.Si yang mewakili BBPMP Sulsel menyampaikan hasil kajian dari SPM untuk tahun 2025.
Menurutnya, ada trend menurun dari SPM dibanding sebelumnya.”Ada penurunan 0,14 persen. Untuk tahun 2026, belum kami rilis hasilnya,” ujar Rahmawati
Untuk bidang pendidikan di Sulsel, dari semua satuan pendidikan yang paling tinggi adalah didominasi pada tingkat penguasaan literasi dan yang paling rendah adalah penguasaan numerasi.
“Ini perlu menjadi bahan evaluasi ke depan. Karena semua tingkatan mulai SD hingga SMA itu terkendala pada aspek numerasi,” tambahnya.
Di depan para peserta yang hadir, dia memaparkan secara detail SPM 2025 dan dilengkapi sejumlah data pendukung dari berbagai aspek.
Kendati mengalami penurunan, mayoritas satun pendidikan pada kisaran baik atau 54 persen dan mengalami trend positif.
Menurutnya, sebanyak 643 sekolah mengalami kenaikan sebelumnya, meskipun ada 6 persen sekolah yang masuk dalam kategori kurang. “Dan itu semua didominasi sekolah swasta,” tambahnya.
Kadis Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin yang hadir dalam pemaparan tersebut mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pencapaian di bidang pendidikan, mensinkronkan arah dan kebijakan gubernur Sulsel.
“ini akan menjadi bahan kajian, apalagi BBPMP merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat,” tandasnya.
Setiap tahun pihaknya meminta setiap bidang di lingkup Disdik Sulsel, untuk menyampaikan indikator pencapaian dan menjadi dasar acuan untuk sebuah kebijakan “Kita bekerja sesuai dengan alur data yang ada di setiap bidang. Apalagi kondisi sekarang terkait adanya efisiensi dengan penganggaran,” tambahnya (Budi/PPID Disdik Sulsel).



