Ketua Dr H Gunawan: STIE AMKOP Jadi Tuan Rumah Workshop Artikel Reviu 2026 Kemdiktisaintek

MAKASSAR. STIE AMKOP Makassar mendapat kepercayaan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Workshop Penulisan Artikel Reviu Tahun 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan.
Kegiatan berlangsung di Aula Mini Haji Bata Ilyas Lantai 3 Gedung Pascasarjana STIE AMKOP Makassar, Rabu (16/9/2026), dengan peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, terutama kawasan Indonesia Timur.
Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr H Gunawan, SE, M.Si, saat membuka kegiatan mengatakan, kepercayaan menjadi tempat pelaksanaan workshop merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kampus yang dipimpinnya.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami bahwa STIE AMKOP Makassar dipercaya menjadi salah satu tempat penyelenggaraan kegiatan strategis dalam pengembangan talenta riset dan peningkatan kapasitas akademisi di Indonesia,” kata Gunawan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sumber daya manusia sekaligus menghasilkan pengetahuan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
Penelitian dan publikasi ilmiah, lanjut Gunawan, kini tidak lagi sekadar menjadi bagian dari kewajiban akademik. Keduanya merupakan instrumen penting dalam membangun reputasi dan daya saing serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
Artikel Reviu Bukan Sekadar Rangkuman
Gunawan menilai Workshop Penulisan Artikel Reviu 2026 memiliki arti penting dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan karya ilmiah berkualitas.
Menurutnya, artikel reviu tidak cukup hanya berisi kumpulan atau rangkuman penelitian terdahulu.
Penulis dituntut mampu menelusuri literatur secara sistematis, mengevaluasi hasil penelitian, melakukan analisis kritis, menyintesis temuan, mengidentifikasi research gap, serta merumuskan perspektif dan arah penelitian berikutnya.
Karena itu, Gunawan berharap workshop tidak dimaknai sebatas kegiatan pelatihan menulis, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
“Kita ingin agar dosen tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi mampu mengomunikasikan hasil pemikirannya dalam bentuk karya ilmiah yang berkualitas, memiliki kebaruan, memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi rujukan bagi peneliti lainnya,” katanya.
Kolaborasi Jadi Kunci
Gunawan juga mendorong workshop menjadi ruang membangun jejaring penelitian antardosen dan antarperguruan tinggi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat, menurutnya, membuat perguruan tinggi dan para peneliti tidak dapat bekerja sendiri-sendiri.
“Kolaborasi adalah kunci. Publikasi adalah sarana. Dan penelitian yang berdampak adalah tujuan,” tegasnya.
Workshop menghadirkan narasumber Dr Firmanul Catur Wibowo, Christina Yeni Kustanti, Ph.D., Dr Muhammad Nur Hudha, dan Hidayat Arifin, Ph.D., bersama para fasilitator.
Gunawan berharap setelah mengikuti workshop, peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan naskah yang semakin matang, gagasan penelitian lebih tajam, dan jejaring akademik lebih luas.
Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun perguruan tinggi yang kuat dalam penelitian, produktif dalam publikasi, serta mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, daerah dan bangsa.
Menurut Gunawan, penguatan kapasitas dosen dan peneliti pada akhirnya diharapkan ikut membangun ekosistem riset Indonesia yang unggul, berintegritas, kolaboratif, inovatif serta berdaya saing pada tingkat nasional maupun internasional.(*)



